d. Memberikan masalah kepada siswa untuk dipecahkan;
e. Menumbuhkan keceriaan dan antusias siswa dalam berdiskusi secara berke-
lompok untuk memecahkan masalah;
f. Memberkan penghargaan terhadap aktivitas dan kreaktivitas siswa dalam
diskusi kelompok;
g. Memberi kesempatan kepada siswa mencari tambahan rujukan.
3. Fase aplikasi:
a. Memberi kesempatan kepada kelompok untuk melaporkan hasil diskusi;
b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan rekomendasi;
c. Memberi tugas kepada siswa untuk membuat tulisan tentang materi yang
dibahas.
4. Media Pembelajaran
Secara tradisional sejak zaman prasejarah, media dalam bentuknya yang
sangat sederhana sudah lama digunakan sebagai sarana komunikasi dan sarana
mengajarkan ketrampilan. Arsyad (2011: 3) mengemukakan, “media berasal dari
bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar.
Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan”.
Dewasa ini, media sebagai produk teknologi komunikasi memegang
peranan penting dalam membantu tercapainya proses belajar mengajar. Dalam
teori komunikasi “proses komunikasi merupakan beralihnya pesan (message), dari
sumber (Resource), melalui saluran/media (Channel), kepada penerima (Receiver)
diharapkan ada pengaruh (Effect)” (Gafur, 2012: 8).
31