NCSS (2002: 12-13) menegaskan bahwa pembelajaran IPS akan lebih baik
apabila pembelajaran tersebut bermakna, integratif, bernilai, menantang, dan aktif
(meaningful, integrative, values-based, challenging, and active). Dalam penelitian
ini proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan
aktivitas, minat dan hasil belajar. Hasil belajar kognitif siswa dapat diketahui
apabila siswa secara individu dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) yang telah ditetapkan pada awal semester sesuai dengan analisis tingkat
kesukaran materi.
Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Sentolo
Kulon Progo. Sebagai data awal, pada hari Selasa, 29 Oktober 2013 peneliti
mengambil data nilai UTS kelas VIII Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014
di SMPN 1 Sentolo. Kelas VIII terdiri dari empat rombongan belajar (rombel),
yaitu kelas A,B,C dan D masing-masing rombel berjumlah 32 orang. Dari 12 mata
pelajaran yang di ujikan, nilai rata-rata IPS berada pada urutan ke-11. Dari jumlah
siswa keseluruhan 128 orang yang tuntas 44 orang (34,38%), nilai tertinggi 88
dan nilai terendah 34. Nilai rata-rata 67,45 sedangkan KKM mata pelajaran IPS
adalah 75. Untuk nilai IPS kelas VIII-A siswa yang tuntas sebanyak 24 orang
(75%) dengan nilai rata-rata 76,31, kelas VIII-B siswa yang tuntas sebanyak 12
orang (37,5%) dengan nilai rata-rata 71,22, kelas VIII-C siswa yang tuntas
sebanyak 8 orang (25%) dengan nilai rata-rata 62,84 dan kelas VIII-D tidak ada
siswa yang tuntas (0) dengan nilai rata-rata 59,41 (Sumber: Dokumen Standar
Penilaian: 2013).
7