d. Melatih untuk berinteraksi sosial seperti dengan teman kelompok, dan

guru;

e. Karena siswa terlibat secara terus-menerus, mereka akan paham, ingat,

yakin dan berinteraksi dengan lingkungannya, maka mereka akan

berusaha meningkatkan belajar untuk membina pengetahuan baru.

Disamping memiliki kelebihan model konstruktivistik tentunya juga

memiliki kelemahan atau kekurangan. Kelemahan atau kekurangan dalam suatu

penerapan model pembelajaran tergantung pada guru sebagai pelaksana. Pada

model kontruktivistik guru berperan hanya sebagai pendukung bukan sebagai hal

utama. Fokus konstruktivistik hanya ketika proses pembelajaran itu terjadi.

DeVries (1997: 16) dalam artikelnya yang berjudul “Piaget’s Social

Theory“ berharap bahwa teori Peaget dapat dikembangkan oleh para peneliti

berikutnya. Harapan tersebut tersirat dalam pernyataannya “I hope that this article

about Piaget’s social theory wiil make it possible for Vigotskians and Piagetians

to move on to productive discussion of the ways in which both theories may

continue to develop”.

Harapan yang sama tentang konstruktivisme dikemukakan oleh Sunal dan

Haas (2011: 30), “Meaningful social studies learning is an active construction

process. It creates a network of experiences, ideas, and relationships that

educators call knowledge ...”. Pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna apabila

dalam proses pembelajaran siswa aktif mengkonstruksi sendiri pengalaman, ide,

dan pengetahuan.

6