Setelah tindakan diperoleh hasil sebagai berikut: siklus I nilai rata-rata
adalah 70,31 dan pada siklus II naik menjadi 82,66. Jumlah siswa yang tuntas
pada siklus I sebanyak 20 orang (62,50%) dan pada siklus II naik menjadi 30
orang (93,75%). Nilai rata-rata 82,66 > 75 dan angka ketuntasan belajar 93,75%
> 75%.
Penerapan model konstruktivistik juga berpengaruh terhadap peningkatan
aktiivitas dan minat belajar siswa. Berdasarkan angket diperoleh hasil sebagai
berikut: pra tindakan 65,74%, pada siklus I meningkat menjadi 76,95%, dan pada
siklus II juga meningkat menjadi 82,50%. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa penerapan model konstruktivistik berbantuan media lebih efektif dan
mampu meningkatkan aktivitas, minat dan hasil belajar siswa.
B. Implikasi
Penerapan model konstruktivistik berbantuan media pada pembelajaran
IPS mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran serta merangsang
munculnya aktivitas-aktivitas dan minat belajar siswa yang positif. Munculnya
aktivitas-aktivitas dan minat tersebut berimplikasi terhadap hasil belajar siswa
yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal aktivitas dan
minat siswa berdasarkan angket 65,74%, dengan tindakan siklus I meningkat
menjadi 76,95% dan pada siklus II juga meningkat menjadi 82,50%. Untuk hasil
belajar pada kondisi awal nilai rata-rata 59,41 dan siswa tuntas nol (0%), dengan
tindakan siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 70,31 dan siswa yang tuntas
88