Meskipun hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I belum
memenuhi kriteria keberhasilan pencapaian penelitian yang ditentukan,
tetapi sudah terjaadi peningkatan aktivitas, minat dan hasil belajar siswa
pada pembelajaran IPS. Peningkatan aktivitas, minat dan hasil belajar
siswa pada siklus I antara lain disebabkaan karena penerapan model
pembelajaran konstruktivistik berbantuan media. Disamping itu,
pengubahan komposisi tempat duduk dan meja belajar siswa juga
berpengaruh terhadap kenyamanan siswa pada saat kegiatan
pembelajaran berlangsung. Penerapan model konstruktivistik yang
dilakukan dengan pengubahan lingkungan belajar dan pengayaan sumber
belajar terbukti mampu meningkatkan aktivitas, minat dan hasil belajar
siswa pada siklus I. Hal tersebut sangat beralasan karena pada dasarnya
kegiatan belajar merupakan proses untuk membangun pengetahuan anak
dengan melibatkan fisik dan psikologis secara bertahap dengan diikuti
oleh perubahan tingkah laku. Terbukti apabila lingkungan siswa diubah
ke dalam kondisi dan situasi yang sifatnya baru, akan cenderung
merangsang cara berpikir aktif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas
yang dilakukan pada siklus II memperoleh peningkatan yang cukup
signifikan terhadap aktivitas, minat dan hasil belajar siswa. Aktivitas dan
minat belajar siswa berdasarkan angket diperoleh rata-rata nilai 82,50
dengan kategori “Sangat Tinggi”. Artinya terjadi peningkatan sebesar
5,55 dari siklus I yang memperoleh rata-rata 76,95.
80