media pembelajaran. Dari asumsi teori konstruktivistik tersebut, maka
implikasinya dalam pembelajaran:
a. Pembelajaran harus merupakan suatu proses aktif,
b. Pembelajaran harus mengkonstruk pengetahuan yang dimiliki dan difasilitasi
oleh instruksi media pembelajaran,
c. Pembelajaran kooperatif dan kolaboratif harus didorong untuk memfasilitasi
pembelajaran.
d. Pembelajaran dengan kendali proses pembelajaran,
e. Harus diberi waktu dan peluang merefleksi,
f. Pembelajaran harus diciptakan bermakna bagi siswa, dan
g. Peningkatan pembelajaran tingkat tinggi dan membantu mengembangkan
makna personal.
Dari berbagai pendapat tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran
konstruktivistik adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa.
Dengan pengertian lain bahwa pembelajaran konstruktivistik adalah pembelajaran
aktif yang berbasis dunia nyata dimana siswa mencari informasi dan mengolahnya
untuk membangun pengetahuannya sendiri, melalui apa yang mereka lihat,
dengar, dan lakukan. Dalam pembelajaran konstruktivistik peran guru tidak lagi
ditempatkan sebagai sumber belajar. Peranan guru dalam pandangan
konstruktivisme adalah membangun wawasan yang luas kepada siswa agar dapat
merangsang untuk aktif mencari, melakukan serta menemukan sendiri kaitan
antara konsep materi yang dipelajari dengan pengalamannya.
29