membangun jaringan pengetahuan sosial yang lebih kompleks. Pembelajaran IPS
yang bermakna adalah proses integrasi dan membangun berbagai ide pengetahuan
sosial dengan menambahkan, memodifikasi, dan menghubungkan hubungan
antara ide-ide. Membuat hubungan juga mencakup kemampuan untuk
menjelaskan, memprediksi, dan menerapkan informasi pengetahuan sosial untuk
banyak peristiwa.
Pendapat yang sama dikemukakan oleh Rusman (2012: 193), bahwa
konstrukstivisme merupakan landasan berpikir (filosofis) dalam
CTL,
pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas
melalui konteks yang terbatas. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep
atau kaidah yang siap untuk diambail dan diingat. Manusia harus membangun
pengetahuan, memberi makna melalui pengalaman yang nyata. Konstruktivistik
mengakibatkan siswa kreatif dan tidak pasif karena pembelajaran tidak berpusat
pada guru. Konstruktivistik membantu siswa menginternalisasi dan
menstranformasi informasi baru. Dengan pengembangan media pembelajaran,
mampu mengkonstruksi pengetahuan siswa dengan berbagai model
pembelajarannya.
Teori konstruktivistik berasumsi bahawa: (1) siswa sebagai makhluk yang
aktif ketimbang pasif; (2) pengetahuan merupakan interprestasi pebelajar sendiri
dan dari proses yang diterima melalui senses kemudian mencipta pengetahuan;
(3) siswa adalah pusat pembelajaran dengan instruktor sebagai fasilitator dan
penasehat; (4) pembelajaran adalah konstektual; dan (5) aktivitas pembelajaran
memungkinkan siswa mengkonstektualisasikan informasi harus menggunakan
28