6. Perbedaan siklus I dan siklus II
Kondisi siswa pada siklus I terlihat masih kebingungan karena guru
belum terbiasa menggunakan model konstruktivistik dengan menggunakan
media power point. Siswa menganggap bahwa pelajaran yang
menggunakan media hanya pelajaran TIK. Pembagian kelompok yang
terlalu besar juga membuaat suasana kelas menjadi gaduh, ada beberapa
anggota kelompok yang sengaja tidak mau terlibat aktif dalam diskusi.
Dengan arahan dan bimbingan guru akhirnya semua kelompok berusaha
untuk melaksanakan diskusi sesuai dengan materi yang diberikan.
Penerapan model konstruktivistik dengan menggunakan media
power point ternyata belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa
secara signifikan. Pencapaian kategori tinggi dalam pengisian angket
ternyata tidak menjamin hasil belajar menjadi tinggi. Terbukti nilai rata-
rata pada siklus I adalah 70,31 dan siswa yang tuntas KKM baru mencapai
20 orang (62,50%). Pada siklus II siswa sudah tidak asing dengan model
konstruktivistik berbantuan media. Dengan media video siswa terlihat
lebih tertarik dan lebih fokus dalam menyimak materi. Pada sesi diskusi
kelompok, siswa juga lebih antusias karena jumlah anggotanya juga hanya
sedikit dan pada masing-masing kelompok terdapat siswa yang perolehan
nilainya lebih tingggi pada siklus I. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat
menjadi 82,66 dan siswa yang tuntas juga meningkat menjadi 30 orang
(93,75%).
85