berbeda dan dapat digambarkan menurut distribusi normal. Acuan ini digunakan

terutama pada tes untuk seleksi. Sedangkan acuan kriteria berasumsi bahwa

hampir semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda.

Sementara itu Sanjaya (2012: 235) berpendapat bahwa tes pengukur keberhasilan

adalah tes yang terdiri dari item-item yang secara langsung mengukur tingkah

laku yang harus dicapai oleh suatu proses pembelajaran yang dikenal dengan

Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian dalam penelitian ini akan

menggunakan PAP, karena keberhasilan siswa telah ditentukan oleh kriteria yang

ditetapkan sebelum tes itu berlangsung

b. Hasil Belajar

Hasil belajar, seperti yang diungkapkan Zurmaini (2006: 14),

merupakan keadaan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu dalam jangka waktu tertentu yang diperoleh dengan mengadakan tes hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai yang dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat keberhasilaan siswa yang berupa pengetahuan, ketrampilan, dan perubahan sikap setelah siswa tersebut mengalami proses belajar. Hasil belajar dapat diketahui setelah diberi tes akhir kegiatan belajar mengajar.

Hasil belajar kognitif menurut Bloom (1956:18), terdiri dari enam tingkat

yaitu hafalan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisis (C4), sintesis (C5),

dan evaluasi (C6). Sedangkan dalam taksonomi revisi Krathwohl (2002: 215),

hasil belajar kognitif adalah mengingat, memahami, mengaplikasikan,

menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.

21