Pembelajaran konstruktivistik menekankan peran guru lebih sebagai
pembimbing dan fasilitator. Siswa sendirilah yang aktif dan membangun
pengetahuan dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan dalam proses
ini dengan memberikan kesempatan untuk menentukan atau menerapkan ide-ide
mereka sendiri untuk belajar. Guru berperan menyediakan sumber belajar yang
memadai untuk siswa menemukan informasi, prinsip dan fakta yang berguna
untuk mengembangkan pengetahuannya. Peran guru sangat penting untuk
mendorong dan memotivasi siswa agar aktif mencari informasi, berdiskusi, dan
menggali ide-idenya. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang lebih tinggi
dengan catatan siswa sendiri harus memanjat anak tangga tersebut (Riyanto, 2009:
145).
Untuk mendukung keberhasilan penerapan model pembelajaran yang telah
dipilih, salah satu faktor penentu keberhasilan kegiatan pembelajaran adalah
penggunaan media pembelajaran yang tepat. Sadiman, dkk. (2009: 6) menyatakan
bahwa: “media adalah perantara atau pengantar pesan sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi”. Penggunaan media pembelajaran yang tepat
dapat membantu siswa memahami materi yang disajikan dan dapat menangkap
gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan yang ada, mampu merumuskan
permasalahan dan mencari solusinya dengan tepat, sehingga pengetahuan yang
diperoleh lebih bertahan lama di benak siswa.
Berdasarkan pengamatan peneliti pada hari Sabtu, 02 November 2013
pada jam ke 1-2 di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Sentolo, guru IPS jarang
3