REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Joko Santoso, M. Hum (2006) REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS. UNY.

[img]
Preview
Text
Joko_Santoso.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam mengidentifikasi makna afiks dalam konstruksi kata bahasa Indonesia melalui penerapan analisis medan makna dan komponen makna. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus yang dilaksanakan pada perkuliahan morfologi bahasa Indonesia yang diselengarakan pada Juli-Agustus 2006, di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta dengan subjek sebanyak 19 mahasiswa.. Pengambilan data dilakukan dengan tes, catatan lapangan, dan lembar observasi. Dengan teknik partisipatis kolaboratif di dalam setiap siklus peneliti melakukan perencanaan, implementasi tindakan, pemantauan, dan refleksi. Validitas penelitian tindakan dalam penelitian ini meliputi (i) validitas demokrasi, (ii) validitas proses, dan (iii) validitas dialogis. Indikator keberhasilan penelitian tindakan ini dibedakan atas indikator keberhasilan proses dan indikator keberhasilan produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberi tindakan skor hasil tes para mahasiswa dalam mengidentifikasi makna afiks dalam konstruksi kata bahasa Indonesia mencapai rerata 12,32 dengan skor tertinggi 19 dan skor terendah 6. Setelah mendapatkan tindakan pada siklus pertama skor hasil tes para mahasiswa dalam mengidentifikasi makna afiks dalam konstruksi kata bahasa Indonesia mengalami peningkatan sehingga mencapai rerata 25,74 dengan skor tertinggi 35 dan skor terendah 15. Pada siklus kedua prestasi para mahasiswa mengalami peningkatan pula, sehingga mencapai rerata skor 37,47 dengan skor tertinggi 47 dan skor terendah 30. Hal itu menujukkan bahwa penerapan pendekatan analisis komponen makna dan medan makna pada pembelajaran morfologi, khususnya pemahaman makna kata yang mengandung afiks, telah dapat meningkatkan efektifitas dan keterampilan mahasiswa dalam analisis makna kata. Indikasi keberhasilan ini terlihat dari meningkatnya kompetensi mahasiswa dalam analisis makna dan kesulitan mahasiswa dalam membedakan makna kata yang berdekatan dapat diatasi. Keberhasilan tersebut juga diindikasikan oleh meningkatnya perolehan skor para mahasiswa dari tes yang diberikan pada prasiklus, akhir siklus pertama, dan akhir siklus kedua. Kata kunci: rekonstruksi, pembelajaran morfologi, analisis komponen makna FBS, 2006 (PEND. BHS & SASTRA INDONESIA)

Item Type: Other
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 28 Jun 2012 08:02
Last Modified: 12 Sep 2012 11:42
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/1227

Actions (login required)

View Item View Item