PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA: IMPLIKASINYA PADA PENGGUNAAN BAHASA

Ari Listiyorini, M.Hum. (2008) PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA: IMPLIKASINYA PADA PENGGUNAAN BAHASA. UNY.

[img]
Preview
Text
Ari_Listiyorini.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi ma¬hasiswa terhadap bahasa Jawa, persepsi mahasiswa terhadap bahasa Indonesia, implikasi dari persepsi terhadap bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dalam penggunaan bahasa di kalangan maha¬siswa, dan mengidentifikasikan adanya kebocoran diglosia di ka¬langan mahasiswa dan mendeskripsikan tindakan yang harus di-tempuh bila hal tersebut memang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Subjek dalam penelitian ini ialah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang berbahasa ibu bahasa Jawa.Dari seluruh populasi, yaitu seluruh mahasiswa Jurusan PBSI, diambil sampel yang melibatkan mahasiswa dalam angkatan tiga tahun terakhir. Teknik sampling dilakukan dengan sistem keterwakilan dengan memperhatikan angkatan tahun masuk mahasiswa, program studi, dan asal daerah. Setiap angkatan diambil 40 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dengan asal daerah yang bervariasi. Jadi, subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner/ angket dan lembar wawancara. Pengumpulan data dilakukan de¬ngan membagi kuesioner kepada mahasiswa secara langsung dan dikumpulkan secara langsung oleh peneliti tanpa melalui jasa pos. Kuesioner yang berisi data hasil penelitian tersebut disebut dengan data kasar. Data kasar yang ada perlu diadministrasi secara jelas untuk memudahkan analisis data. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini, yaitu melakukan skoring dan proses tabulasi. Setiap angket/kuesioner diskor dengan cara yang sama dan kriteria yang sama, hasilnya ditransfer dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dilihat. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan meng¬gunakan prinsip analisis deskripsi. Hasil penelitian dapat dipaparkan berikut ini. Mahasiswa sepakat bahasa Indonesia dapat mempersatukan suku bangsa di Indonesia, dapat digunakan sebagai lambang kebanggaan nasional, dan mempunyai potensi untuk menjadi bahasa internasional. Selain itu, mereka juga menganggap dalam hubungan sosial bahasa Indonesia lebih berguna daripada bahasa daerah, tetapi tidak semua senang berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Mereka juga tidak lebih senang mempelajari bahasa Indonesia daripada bahasa daerah dan tidak sependapat mempelajari bahasa Indonesia lebih meng¬untungkan daripada mempelajari bahasa Jawa walaupun setiap rak-yat Indonesia harus menguasai bahasa Indonesia. namun, secara garis besar mereka menganggap bahasa Indonesia perlu dikem¬bang¬kan tanpa harus mematikan bahasa daerah. Mengenai hal yang berhubungan dengan bahasa Jawa, separuh lebih mahasiswa setuju bahasa Jawa merupakan bahasa yang indah dan merdu, sebagai pemngemban budaya yang tinggi. Hal tersebut menjadikan mereka bangga dapat berbahasa Jawa, sehingga perlu diajarkan di sekolah di daerah yang berbahasa ibu bahasa jawa dan pelestarian bahasa Jawa. Namun, mereka tidak berpikir untuk mengembangkan bahasa Jawa, misal dengan penambahan kosa kata, karena menganggap bahasa Jawa kaya akan konsep. Selain itu, nampaknya mahasiswa belum menganggap perlunya kampanye penggunaan bahasa dalam keluarga Jawa. Hal terakhir yang dapat disimpulkan ialah belum terjadi kebocoran diglosia di kalangan mahasiswa, khususnya maha¬siswa yang menjadi subjek penelitian ini. Dalam situasi komunikasi formal, misalnya untuk berkomunikasi dengan dosen dalam perkuliahan dan dalam rapat di desa/kampung digunakan bahasa Indonesia sedangkan dalam situasi komunikasi nonformal, misal berkomunikasi dengan teman, dengan orang, dengan pem¬bantu digunakan bahasa jawa. Untuk berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal digunakan bahasa Indonesia. namun, agaknya indikasi kebocoran diglosia nampak dalam ragam tulis. Mahasiswa lebih senang menggunakan bahasa Indonesia untuk bersms dengan temannya walaupun setiap harinya mereka bercakap-cakap dengan bahasa Jawa. FBS, 2008 (PEND. BHS & SASTRA INDONESIA)

Item Type: Other
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 28 Jun 2012 04:07
Last Modified: 28 Jun 2012 04:07
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/1190

Actions (login required)

View Item View Item